Vaksin Wajib untuk Anak Usia 2 Tahun

Vaksin Tifoid

Memberikan kekebalan terhadap penyakit demam tifoid alias tifus. Indonesia merupakan daerah endemis penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhii ini.

Jenis, Jadwal & Aturan Pemberian:

• Dapat diberikan mulai usia 2 tahun dan diulang setiap 3 tahun.

• Ada 2 jenis vaksin tifoid yang bisa diberikan ke anak, yakni vaksin oral (Vivotif) dan vaksin suntikan (TyphimVi). Keduanya sama efektif mencekal serangan bakteri penyebab tifus. Umumnya, vaksin oral diberikan pada anak usia 6 tahun ke atas.

Kejadian Ikutan Pascaimunisasi:

Reaksi lokal umumnya berupa bengkak, nyeri, ruam kulit, dan kemerahan di tempat suntikan. Selain itu juga bisa muncul demam, nyeri kepala/pusing, nyeri sendi, nyeri otot, nausea (mual), dan nyeri perut (jarang dijumpai). Efek tersebut akan hilang dengan sendirinya.

Vaksin Hepatitis A

Memberikan kekebalan terhadap penyakit hepatitis A yang dikenal sebagai penyakit kuning. Penularan terjadi secara oral melalui makanan ataupun minuman yang terkontaminasi virus Hepatitis A (VHA). Sebenarnya, penyakit hepatitis A tergolong penyakit ringan dan self-limiting disease, serta tidak menyebabkan penyakit hati kronis atau kanker hati bila dibandingkan dengan penyakit hepatitis lainnya, seperti hepatitis B dan C.

Jadwal & Aturan Pemberian:

Diberikan dua kali dosis. Dapat diberikan mulai usia 2 tahun karena anak usia tersebut mulai mengenal jajanan di luar dimana risiko penularan terjadi melalui makanan yang terkontaminasi VHA. Pemberian kedua dilakukan dengan interval 6—12 bulan setelah pemberian pertama.

Kejadian Ikutan Pascaimunisasi:

Umumnya jarang terjadi, reaksi dapat berupa keluhan nyeri pada bekas suntikan, gatal, dan merah, disertai demam ringan. Reaksi ini akan menghilang dalam waktu dua hari.