Untuk Pertanian yang Lebih Maju Bagian 2

Wahana Teknofarm menjadi ajang silaturahmi untuk melanjutkan hubungan baik antara perusahaan dengan petani. Petani diharapkan akan lebih siap dalam menyongsong musim tanam berikutnya dengan perbekalan yang mantap. Teknologi yang Dibutuhkan Petani Untuk menyiapkan lahan kegiatan Teknofarm, pihak FMC perlu waktu tiga hingga empat bulan. Menurut Arya Yudas, Marketing Manager FMC Agricultural Manufacturing, pembelajaran dalam kediatan ini bukan hanya untuk petani, tapi juga seluruh pegawai FMC. Menurutnya, petani jangan hanya tahu produk saja, tetapi mereka pun perlu mengenali teknologinya. “Banyak petani yang sudah jago pemupukan dan budidaya, kita juga belajar dari mereka,” tuturnya.

Teknofarm bukan semata-mata ajang penjualan produk FMC. Di dalam wahana tersebut, petani dapat menyaksikan jenis tanaman apa saja yang bisa dibudidayakan, tidak sebatas padi. Sampel pertanaman tersebut menjadi gambaran bagi petani agar mereka tidak membatasi diri sebagai petani monokultur atau hanya mengupayakan satu jenis komoditas. Mereka pun dapat menanam berbagai jenis sayuran asalkan tanahnya sehat.

Dan memang fokus FMC tidak hanya perlindungan tanaman tetapi juga mencakup kondisi lingkungan atau tanah tempat tanaman tumbuh. Untuk itu FMC menghadirkan Micro Ferti Magnet, solusi pembenah tanah yang rusak. “Kita tahu, di beberapa tempat produktivitas stagnan, padahal pemupukan sudah dilakukan. Micro Ferti Magnet ini berguna untuk membenah tanah. Unsur hara yang tadinya terkunci di dalam tanah, jadi terbongkar dan bisa terserap oleh tanaman. Dengan begitu performa tanaman jauh lebih baik,” ulas Arya.

Saat kegiatan Teknofarm, FMC juga menjelaskan Program Klinik Tanah dan Stewardship. Klinik Tanah memaparkan tata cara merawat tanah agar tetap sehat. Sementara dari stewardship, petani bisa belajar keamanan produk, mulai dari produk itu ditemukan, diproduksi, sampai penanganan kemasan akhirnya. Dengan Teknofarm FMC, masalahmasalah yang dihadapi petani bisa teratasi bersama. Produktivtas petani terbantu dan kelak petani Indonesia dapat menjadi model bagi petani lainnya dalam menuju kemandirian pangan.