Roxy Mas Pindah Ke Senayan Bagian 1

Pesta banjir diskon pembelian produk dan aksi jor-joran cuci gudang tampaknya masih jadi denyut Indonesia Cellular Show (ICS), ajang paling wahid untuk pameran atau ekshibisi teknologi seluler di tanah air. Sudah digelar lebih dari satu dasa warsa. Tahun silam oleh penyelenggara (Dyandra Promosindo) dan Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) disebutkan jumlah pengunjung terus bertambah dari tahun ke tahun. Juga nilai transaksinya.

Pesannya adalah bahwa secara kuantitatif dari segi audiens dan uang yang beredar selama lima hari penyelenggaraan senantiasa menanjak. ICS selalu digelar bersamaan dengan Festival Komputer Indonesia (FKI). Bagi Anda konsumen, ini e­sien karena dengan sekali masuk bisa mengunjungi dua belahan industri yang berbeda, seluler dan komputer. Ibarat sekali kayuh langsung menikmati Roxy Mas dan Mangga Dua. FKI lebih dulu ada, baru ICS menggelayutnya.

Konsep FKI, bagi banyak orang telah dianggap sebagai sebuah event pendek korting gila-gilaan, bahkan jauh lebih edan ketimbang beli di Mangga Dua. Dengan kata lain, terjadi kontak langsung antara pedagang dengan calon konsumen. Ekshibitornya seperti tetap dari tahun ke tahun, juga menduduki lokasi yang sama dengan tahuntahun sebelumnya. Maka, space FKI di JCC Jakarta memang nyaris tak berkurang.

Sementara ICS yang semula dibuat agar kelak independen seperti –paling tidak- FKI justru terus berkurang space-nya. Sampaisampai tiga tahun silam dipaksakan masuk konsep pameran Business to Business (B to B) yang selanjutnya tak diteruskan. Indikasinya tidak sukses. Ditambah lagi peserta yang seharusnya merepresentasikan para pemain industri telekomunikasi yang faktanya justru pernah melakukan boikot lantaran mengang gap pelaksanaannya terlalu mengedepankan unsur hiburan ketimbang mengetengah kan kemajuan dan penggunaan teknologi terbaru itu sendiri.