Posisi Sementara Rally Dakar 2018

Gurun di Peru, menjadi sesuatu yang baru bagi peserta Reli Dakar 2018. Pasalnya, gurun ini bisa menjebak. Termasuk, bagi pereli sekaliber Joan Barreda dan juga Sam Sunderland. Tak sedikit pereli yang mengeluhkan lembutnya pasir gurun di Peru dan juga banyaknya cekungan yang sangat dalam di gurun tersebut. Lengah, akibatnya fatal. Pereli bisa terjun tinggi ke dasar gurun. Tapi, usai Peru, Reli Dakar kini sudah berlanjut di Bolivia. Tak ubahnya gurun, Bolivia juga menawarkan tingkat kesulitan medan yang cukup tinggi. Terutama, ketika memasuki stage 7 (La Paz – Uyuni). Pereli tak hanya bertarung dengan gurun, tapi juga dengan lumpur. Bahkan, tak sedikit pembalap yang terjerembab di dalamnya lumpur tersebut. Menjadi menarik, dengan beragam medan yang dilalui ini, persaingan reli motor terbuka bagi tiga merek. Honda, KTM dan Yamaha. Ketiganya saling bergantian memimpin klasemen sementara. Ini dia lengkapnya!

Yamaha Masih Memimpin

Gurun di Peru, menjadi sesuatu yang baru bagi peserta Reli Dakar 2018. Pasalnya, gurun ini bisa menjebak. Termasuk, bagi pereli sekaliber Joan Barreda dan juga Sam Sunderland. Tak sedikit pereli yang mengeluhkan lembutnya pasir gurun di Peru dan juga banyaknya cekungan yang sangat dalam di gurun tersebut. Lengah, akibatnya fatal. Pereli bisa terjun tinggi ke dasar gurun. Tapi, usai Peru, Reli Dakar kini sudah berlanjut di Bolivia. Tak ubahnya gurun, Bolivia juga menawarkan tingkat kesulitan medan yang cukup tinggi. Terutama, ketika memasuki stage 7 (La Paz – Uyuni). Pereli tak hanya bertarung dengan gurun, tapi juga dengan lumpur. Bahkan, tak sedikit pembalap yang terjerembab di dalamnya lumpur tersebut. Menjadi menarik, dengan beragam medan yang dilalui ini, persaingan reli motor terbuka bagi tiga merek. Honda, KTM dan Yamaha. Ketiganya saling bergantian memimpin klasemen sementara. Ini dia lengkapnya!

Rider andalan tim garputala Adrien Van Beveren masih memimpin sementara Reli Dakar dengan keunggulan tipis dari rider Honda, Kevin Benavides. Kemenangan Van Beveren di stage keempat sempat membuatnya unggul jauh. Namun, memasuki Bolivia yang tengah dilanda cuaca buruk, membuat rider asal Perancis tersebut kini hanya memimpin 22 detik lebih baik dari Benavides. “Sejauh ini kami masih fokus dalam mempertahankan keunggulan. Kami disulitkan dengan cuaca Bolivia di dua hari terakhir, dimana hujan dan lumpur membuat stamina dan konsentrasi mudah terkuras. Motor kami dan peralatan navigasi untungnya bisa berjalan dengan baik, sehingga hasil di dua stage terakhir menjadi sangat krusial untuk mempertahankan keunggulan,” ucap Van Beveren. Sayangnya Yamaha harus kehilangan rider lainnya Xavier de Soultrait di stage kedelapan yang melintasi Uyuni menuju Tupiza sejauh 498 Km. De Soultrait yang juga berasal dari Perancis kehilangan kendali atas WR450F miliknya di pertengahan stage dan mengalami kerusakan parah, sehingga harus keluar dari event Dakar 2018. Alhasil, hanya ada dua rider yang tersisa dari Yamaha yakni Van Beveren dan Rodney Fagotter yang tengah bertengger di urutan 22. “Kehilangan Xavier memang sedikit merugikan, tapi kami bakal tetap menjaga fokus di seri tersisa Dakar tahun ini,” lanjut Van Beveren

HUSQVARNA MEROSOT DI PARUH KEDUA

Sempat menduduki posisi kedua di catatan waktu sementara, Husqvarna justru melorot memasuki paruh kedua Dakar 2018. Rider utama mereka Pablo Quintanilla duduk di posisi 12 dengan jarak 1 jam 25 menit dari Van Beveren yang jadi pimpinan sementara Dakar 2018. Quintanilla sempat mengalami masalah motor di stage kelima yang membuatnya banyak kehilangan waktu ketika memasuki Bolivia dan kembali terulang di Stage 8. Alhasil, kini ia harus berusaha lebih keras untuk kembali ke posisi 10 besar. “Sangat mengecewakan sebenarnya. Saya mengawali reli dengan baik dan sempat berada tiga besar,” buka Quintanilla. “Saya sempat mengalami masalah di stage kelima dimana motor saya tiba-tiba mati mendadak dan banyak memakan waktu. Nasib buruk kembali terulang di stage kedelapan, dimana ada masalah di suspensi belakang saya setelah memasuki jarak 220 km. Akhirnya, posisi saya kembali merosot,” sedihnya. Quintanilla kini hanya berharap bisa menyelesaikan reli setelah tahun lalu gagal finish akibat kecelakaan. “Kami bekerja keras sepanjang tahun lalu dan Dakar merupakan target utama kami meraih hasil terbaik. Tapi target kami, kini hanya menyelesaikan Dakar setelah tahun lalu gagal menyelesaikan lomba,” bilang pereli Spanyol itu.