PERTARUNGAN ROOKIE

Musim lomba 2018 ini, akan ada empat nama pembalap debutan. Lalu tiga di antaranya adalah pembalap paling menjanjikan, mereka adalah Stovel Vandoorne (McLaren F1 Team), Piere Gasly (Toro Rosso), dan Charles Leclerc (Alfa Romeo Sauber F1 Team). Alasan utama disebut menjanjikan karena mereka adalah juara dunia GP2 atau F2 dalam tiga tahun terakhir. Vandoorne di 2015, Gasly di 2016, dan Leclerc di 2017. Ketiganya baru mendapatkan kesempatan berkompetisi secara penuh tahun ini. Bagi Gasly dan Vandoorne, mungkin sudah terbiasa dengan atmosfer kompetisi F1. Sebab pada awalnya mereka adalah third driver dari timnya masing-masing dan baru mendapatkan jok kosong, serta kesempatan di tahun ini.

“Sebuah kepercayaan yang tidak mungkin saya lewatkan. Mimpi jadi nyata bisa berkompetisi di F1 setelah sepanjang 2017 berkompetisi di Jepang (Super Formula Japan). Keuntungannya adalah saya jadi mengenal karakter mesin Honda yang akan digunakan Toro Rosso di 2018,” tutur Gasly. Demikian juga dengan Vandoorne yang menggantikan Jenson Button di beberapa ronde terakhir F1 2017. Baginya, berkompetisi secara penuh sejak awal akan membangkitkan semangat. Sebab dirinya lebih dulu dalam mengenal karakter mobil F1. Sedangkan Leclerc bisa dibilang yang paling mujur. Hanya berselang setahun ia langsung dikontrak Sauber sebagai pembalap kedua, tandem dengan Marcus Ericsson. “Ini juga sebuah kesempatan besar. Pengalamannya bisa saya curi dan kita saling berbagi saat tes pramusim lalu,” ujar Leclerc. “Apalagi saya tidak perlu menunggu waktu lama untuk langsung berkiprah di F1. Sebuah pijakan awal yang bagus bisa diterima dengan keluarga Sauber. Semoga saya bisa meraih point dan mendulang prestasi tahun ini,” pungkas pemuda asal Monako tersebut.