Mengenal Rumah Tradisional Betawi Bagian 2

PENGELOMPOKAN RUANG

Rumah Betawi dikelompokkan dalam tiga jenis bangunan, yaitu rumah gudang, rumah joglo, dan rumah bapang (rumah kebaya). Ketiga jenis rumah tersebut mempunyai tata letak ruang yang berbeda-beda. Rumah joglo dan bapang, mempunyai tata ruang yang hampir sama yang dibagi dalam 3 kelompok ruang, yaitu ruang depan, tengah, dan belakang. Sedangkan untuk rumah gudang, hanya dibagi dalam 2 kelompok ruang, yaitu ruang depan dan tengah.

Ruang depan dari ketiga jenis rumah ini, bisa disebut sebagai serambi. Di sini terdapat balaibalai, atau meja kursi tamu. Serambi ini sangat khas dari sebuah rumah Betawi. Di tempat inilah pemilik rumah dan para tetangga berkomunikasi hingga larut malam. Ruang yang merupakan inti dari rumah Betawi adalah ruang tengah, yang terbagi lagi atas beberapa ruang, yaitu, kamar tidur, ruang makan, dan pendaringan (ruang penyimpanan beras).

Sedangkan ruang belakang adalah dapur, dan tempat penyimpanan alat-alat pertanian. Kamar untuk anak gadis, biasanya diletakkan di bagian depan rumah, dan langsung berbatasan dengan serambi.

Mengapa demikian? Ini berhubungan dengan adat penerimaan tamu laki-laki, yang tidak diperbolehkan masuk ke dalam rumah. Sehingga saat bertamu, mereka hanya dapat bercakap-cakap lewat jendela bujang yang ada di bagian depan kamar si gadis.

DETAIL HIASAN

Detail pada rumah Betawi memegang peran yang cukup penting, bukan hanya karena detail ini terdapat hampir pada seluruh rumah, tapi juga merupakan ciri khas bangunan rumah Betawi. Unsur-unsur struktur pada rumah Betawi, seperti siku penanggap (penyangga), sekor, dan tiang, selalu dipenuhi dengan sentuhan-sentuhan dekoratif. Misalnya pada sekor, bagian konstruksi yang satu ini tidak pernah terlihat polos, selalu berhiaskan ukiran. Ukiran ini dipengaruhi oleh arsitektur Belanda, baik dari segi bahan maupun ukirannya.

Bentuk ukiran pada sekor ini merupakan perkembangan dari aliran art deco dan art nouveau. Tiang-tiang pada rumah Betawi juga jarang sekali dibiarkan polos, selalu ada bagian yang diberi hiasan. Selain itu, lisplang yang berbentuk lancip adalah salah satu ciri lisplang Betawi.

Bentuk lancip tersebut melambangkan bentuk tombak. Bentuk ini dikenal dengan nama gigi balang, dan menjadi ciri khas arsitektur Betawi yang sering digunakan untuk membubuhkan aroma Betawi pada suatu bangunan. Ya, rumah Betawi memang merupakan cerminan campuran berbagai budaya.

Setelah semua hiasan yang terpasang bisa dinikmati tentunya tidak akan nyaman apabila tiba tiba listrik padam. Untuk itu dibutuhkan sebuah instalasi genset sebagai sumber listrik cadangan. Sebagai informasi tempat yang menjual genset murah adalah distributor genset resmi 100 Kva Banjarmasin. Disana harga bisa dinegosiasikan serta mesin yang original sehingga awet dan tahan lama serta irit bahan bakar.