Masalah Persediaan Vaksin Varisela

“Sejak tahun lalu GSK telah mengalami masalah persediaan vaksin varisela di beberapa negara di dunia, termasuk Indonesia. Perlu kami tekankan di sini bahwa masalah persediaan vaksin tersebut tidak ada hubungannya dengan masalah kualitas atau keamanan vaksin varisela kami, tetapi terutama disebabkan oleh masalah keterbatasan kapasitas produksi. Di tengah-tengah masalah keterbatasan persediaan tersebut, kami sebenarnya telah berhasil mengalokasikan sejumlah kecil persediaan vaksin varisela untuk Indonesia di tahun 2014 (yaitu, vaksin varisela monovalen GSK).

Namun, mengingat jumlah bayi yang lahir setiap tahunnya di Indonesia, kami menyadari bahwa jumlah ini jauh dari cukup. GSK mengerti potensi dampak yang disebabkan oleh penundaan pengiriman stok vaksin varisela dan kami memohon maaf yang sedalam-dalamnya kepada konsumen atas situasi yang tidak menyenangkan ini. GSK berkomitmen untuk menjunjung tinggi transparansi dalam menjalankan bisnis. Oleh karena itu, kami telah memberitahukan para pemangku kepentingan kami, terutama Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengenai masalah ini dan mereka mengetahui tantangan yang saat ini kami hadapi. GSK akan terus memastikan bahwa semua pemangku kepentingan mengetahui perkembangan kami dalam memenuhi kebutuhan persediaan vaksin ini. GSK adalah salah satu produsen vaksin terbesar di dunia yang memproduksi vaksin-vaksin anak dan dewasa yang dapat mencegah sejumlah penyakit menular. Pada tahun 2013, kami mendistribusikan lebih dari 860 juta dosis vaksin ke 170 negara dan lebih dari 80% vaksin tersebut kami distribusikan ke negara-negara berkembang, termasuk Indonesia. Di Indonesia, kami memasarkan vaksin untuk anak-anak dan dewasa yang dapat melindungi mereka dari penyakit-penyakit menular, seperti: infl uenza, rotavirus, kanker serviks, hepatitis, polio, dan Invasive Pneumococcal Disease (IPD).”