Lebih dari seribu tahun pada suhu 20 °C

Permintaan pasar akan media Flash dengan fungsi WORM masih sangat rendah. Salah satunya adalah SanDisk Memory Vault dengan interface USB 2.0. Interface USB bisa menjadi masalah di masa mendatang karena tidak ada jaminan dari SanDisk apakah interface ini masih kompatibel dengan interface di era 10 atau 20 tahun kemudian. Saat ini pun USB mulai diganti dengan standar PCI Express, seperti NVM Express dan M.2 (gambar kanan) yang sudah didukung di Windows 8.1.

Standar USB 3.1 pun akan hadir dengan konektor yang berbeda. Limitasi flash dalam menyimpan arus bisa diatasi oleh teknologi memori lain yang lebih awet siklus baca tulisnya (gambar kanan). Teknologi seperti PCM (Phase Change Memory) atau Memristor dianggap ideal sebagai storage media jangka panjang. PCM dengan proses pemanasan temporer lebih difavoritkan karena lebih tahan lama, meskipun terkendala proses miniaturisasi cellnya. Kendala ini tidak ditemui pada Memristor (Resistive RAM).

Perusahaan startup, Crossbar bahkan telah mengembangkan memori RRAM berdensitas data setara chip Flash. Dibandingkan flash, struktur RRAM cell realtif sederhana. Sebuah lapisan silikon amorphous ada diantara dua elektroda. Saat ada tegangan, kanal yang tetap konduktif berpadu dalam silikon. Hasil stress test di suhu 85 ° C menunjukkan bahwa data pada RRAM cell jauh lebih awet dibandingkan data pada Flash cell. Sayangnya, media awet seperti Memristor ini baru dapat dihadirkan beberapa tahun lagi.