Kemitraan Meningkatkan Produksi Tembakau

Kemitraan Meningkatkan Produksi Tembakau Tembakau menjadi komo – ditas strategis nasional yang berkontribusi bagi pemasuk – an negara dan kesejahteraan petani. Kendati demikian, saat ini produksi tembakau belum mampu memenuhi kebutuh an industri. Asosiasi 6 Agrina 259 – Januari 2016 Petani Tem bakau Indonesia (APTI) mencatat, produksi tembakau selama beberapa tahun terakhir masih di bawah 200 ribu ton/tahun. Sedangkan permintaan pasar mencapai lebih dari 300 ribu ton/ton. Selisih kebutuhan tersebut memaksa industri mengimpor temba kau agar roda industri tetap berjalan. Melihat hal itu, peningkatan produksi harus dilakukan gu – na memenuhi kebutuhan in – dustri. Dengan peningkatan produksi, bukan hanya industri yang diuntungkan tetapi ko cek petani juga makin tebal. “Di sinilah, perlunya program ke mitraan petani dengan per usahaan atau pabrikan rokok untuk peningkatan produksi dan kualitas tembakau ser ta kesejahteraan petani,” terang Soeseno, Ketua Umum APTI. Dengan bermitra, petani men dapat sarana produksi, seper ti bibit yang baik, pestisida dan pupuk, serta pembina an dari industri.

Selain akan beroleh p r o d u k t i v i t a s ting gi, petani pun mendapat jamin – an pasar. “Kalau produksinya bi sa melebihi apa yang dijanji kan, ma ka semuanya te tap akan di be – li,” ucapnya pada Se minar Tem – bakau bertema ”Ma sa Depan Ko moditas Tem – bakau dalam Ba – dai Re gu lasi”, di Jakar ta, Selasa (1/12). APTI menilai kemitraan me – ru pakan salah satu solusi yang baik untuk menjawab ber bagai permasalahan di pertanian tembakau, khususnya terkait produktivitas dan ak – ses pasar petani yang dijamin pemasok tembakau. Pa sal nya, dengan budidaya temba kau, petani bisa memperoleh keuntungan sebesar Rp40 ju taRp50 juta/ha setelah dikurangi biaya produksi sebesar Rp25 juta/ha. Sementara itu, Nurnowo Pa – ridjo, Direktur Tanaman Se – mu sim dan Rempah, Ditjen Per kebunan, Kementerian Pertanian berjanji akan mencari jalan untuk terus me ning – katkan produksi nasional. Salah satu upaya yang dila – kukan adalah mengembang – kan budidaya tembakau rendah nikotin dan menetapkan dae rah budidaya sesuai indi – kasi geografis. Terkait nilai im portasi yang semakin tinggi, Nurnowo menawarkan op – si, ”Kita harus sepakat dulu untuk nggak impor. Kalau ng – gak mau pembatasan impor, silakan bermitra, (lalu) pelanpelan nanti akan ada pemba – tasan kuota sampai nol,” paparnya.