Copy Protection Web

Industri Hollywood berniat memproteksi semua tayangan video web di Intenet dengan “mengimplan” sistem enkripsi media ke dalam browser. Selamat tinggal masa-masa kebeasan di Internet! Brow ser dan sistem copy protection kini saling berkolabora si, seperti pada Chrome dan Internet Explorer 11, tanpa disadari oleh kebanyakan pengguna. Dari sisi teknis, kolaborasinya adalah implementasi Encrypted Media– Extensions (EME), sebagai pengembangan dari standar web HTML5 yang didukung oleh World Wide Web Consortium (W3C).

Tujuannya adalah mengggantikan plug-in browser (misalnya Flash player atu Microsoft Silverlight) dengan HTML untuk menampilkan video di browser. Flash player dikritik aspek sekuritinya karena menjadi gerbang untuk berbagai jenis malware. Kode HTML dan JavaScript kini mulai “diberdayakan” agar lebih siap menangani berbagai content multimedia. MSE bahkan dapat mendukung fasilitas smart playback via interface JavaScript yang menyesuaikan bitrate dengan kualitas koneksi data (bandwidth) yang digunakan pengguna.

Jadi, jika terjadi bottleneck, bit rate dan kualitas gambar akan diturunkan agar proses streaming tetap lancar sesuai bandwidth yang ada. Namun, kelancaran streaming saja belumlah cukup bagi streaming provider komersial. Fasilitas enkripsi juga diperlukan unutk mengantisipasi aksi pembajakan content. Tahun lalu, Microsoft, Google, dan Netflix mulai mengadopsi EME (sebagai pengembangan standar web HTML), yang melibatkan interface JavaScript yang dapat bertukar key (kunci) dengan modul DRM.

Modul tersebut (Content Decryption Modules atau CDM) akan menjadi bagain integral sistem operasi (Windows 8.1) atau browser (Chrome), dan juga bersumber dari pihak ketiga (third-party provider), seperti Widevine yang baru dibeli Google. Baik browser dan sistem operasi (OS) tidak bisa mengetahui proses yang ada di dalam CDM.