Cara Mengatasi Alergi Makanan pada Anak



2. ALERGI MAKANAN

Alergi makanan adalah reaksi hipersensitivitas sistem kekebalan tubuh terhadap makanan tertentu. Makanan yang sering menyebabkan alergi pada anak usia 0—1 tahun, antara lain: susu sapi, telur, dan gandum. Sedangkan pada anak, antara lain: susu sapi, telur, kacang-kacangan (kacang tanah, almond, kacang mete, serta ikan laut, dan kerang). Alergi juga dapat disebabkan oleh sulfida atau salisilat dalam makanan dan obat, penyedap masakan, zat pengawet, dan pewarna sintetis. Kabar gembiranya, 80% kasus alergi makanan akan berkurang drastis, hanya 1—2% orang dewasa yang memiliki alergi terhadap makanan.

Gejala alergi makanan pada setiap orang berbeda. Makanan berbeda dapat memicu gejala yang berbeda pula. Reaksi terhadap makanan biasanya muncul dalam waktu satu jam setelah makan atau kurang. Gejala cukup beragam, antara lain: ruam kulit kemerahan, bibir atau mata bengkak, bagian mulut gatal, bersin, hidung meler, tubuh membengkak, batuk, diare, muntah, perut kembung, sakit kepala, hingga sesak napas parah. Namun, bedakan anatar alergi dengan intoleransi makanan. Intoleransi makanan adalah respons sistem pencernaan— bukan respons sistem kekebalan tubuh—yang terjadi ketika zat makanan mengganggu sistem pencernaan atau tidak dapat dicerna dan diurai dengan sempurna. Umumnya, yang sering ditemui pada bayi dan anak adalah intoleransi laktosa, yang terjadi ketika anak minum susu dan produk olahannya.

Tata laksana:

Hindari pencetus alergi. Tak ada salahnya melakukan uji coba makanan. Caranya, berikan makanan yang sering menjadi pencetus alergi dalam dosis kecil lalu tunggu reaksinya. Jika baik-baik saja, porsinya dapat ditingkatkan secara bertahap sehingga akhirnya sama dengan porsi makan atau minum biasa.





Mencegah Kekambuhan Alergi Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  • Bersihkan rumah dari debu secara berkala. Debu bisa terdapat di tumpukan buku,meja, atau lemari.
  • Sebaiknya jangan ada binatang peliharaan yang berbulu di rumah.
  • Hindari penggunaan karpet, terutama di kamar.
  • Tutupi alas tidur dan bantal dengan penutup antidebu halus.
  • Gunakan detergen dan kosmetik yang memiliki kandungan hypoallergenic.
  • Terapkan larangan merokok di dalam rumah.
  • Hindari makanan tertentu yang berisiko tinggi menimbulkan alergi.
  • Hindari faktor pencetus yang sudah jelas pernah menimbulkan alergi sebelumnya.