Cara Mengatasi Alergi Eksem Susu pada Anak

Mama Papa tentu tak asing lagi dengan kata “alergi”. Sayangnya, istilah tersebut sering digunakan tanpa dimengerti artinya. Alergi adalah respons sistem kekebalan tubuh yang tidak tepat terhadap zat asing yang tidak berbahaya (biasanya protein). Namun, alergi yang sebetulnya merupakan bakat atau sifat yang diwariskan ini dapat membahayakan orang yang memilikinya. Semestinya, sistem kekebalan diprogram untuk menangkal penyakit, tapi terkadang ia bereaksi terhadap substansi yang tidak berbahaya, seperti debu, suhu dingin, dan makanan tertentu. Untuk melawannya, sistem imun memproduksi secara berlebih protein pelindung yang disebut antibodi.

Produksi yang berlebihan ini menyebabkan pembengkakan dan terlukanya jaringan, misalnya, hidung tersumbat. Alergi memang tak bisa dihilangkan, tetapi dapat dijarangkan frekuensi kekambuhannya, serta dikurangi keluhannya. Untuk itu, penting bagi kita mengetahui pencetus atau penyebab alergi (disebut “alergen”). Agar ketahuan alergi apa yang dimiliki anak, ada beberapa tahap yang perlu dilakukan. Sebagai langkah awal, cari tahu riwayat alergi yang mungkin diidap orang tua/kakek-nenek dan riwayat penyakit yang sering berulang. Selanjutnya, lakukan pemeriksaan fsik serta pemeriksaan penunjang, di antaranya skin test allergy dan pemeriksaan laboratorium. Penanganan alergi pada anak harus dilakukan secara benar dan berkesinambungan. Pemberian obat terus-menerus bukanlah jalan terbaik. Hal sederhana dan paling ideal yang dapat dilakukan adalah menghindari pencetus yang bisa menimbulkan keluhan alergi. Inilah beragam alergi yang kerap ditemui pada anak:

1. DERMATITIS ATOPIK

Pada bayi dikenal pula dengan istilah eksem susu, ditandai dengan ruam merah, gatal, kulit kering. Pada bayi sering terlihat di bagian pipi, dagu, lengan, dan lutut. Sedangkan pada anak dan dewasa di wajah sekitar mulut, leher, pergelangan tangan, lipat siku, pangkal paha, lipat lutut, dan pergelangan kaki, dan kedua tangan. Tergolong penyakit yang sering kambuh. Umumnya ditandai dengan ruam merah yang gatal, kulit kering bersisik. Pada bayi biasanya ditandai dengan menggosok-gosokkan menggunakan punggung tangan atau menggosokkan muka ke dada Mama.

Tata laksana:

Pertama, hindari pencetus alergi. Agar tidak gatal, jaga kulit tidak kering. Segera mandi atau gantikan pakaian bayi atau anak ketika berkeringat. Lakukan perawatan kulit dengan mandi secara teratur, jangan menggunakan sabun yang bersifat basa, dan jagalah kelembapan kulit dengan mengoleskan pelembap kulit.

Mencegah Kekambuhan Alergi Berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan:

  • Bersihkan rumah dari debu secara berkala. Debu bisa terdapat di tumpukan buku,meja, atau lemari.
  • Sebaiknya jangan ada binatang peliharaan yang berbulu di rumah.
  • Hindari penggunaan karpet, terutama di kamar.
  • Tutupi alas tidur dan bantal dengan penutup antidebu halus.
  • Gunakan detergen dan kosmetik yang memiliki kandungan hypoallergenic.
  • Terapkan larangan merokok di dalam rumah.
  • Hindari makanan tertentu yang berisiko tinggi menimbulkan alergi.
  • Hindari faktor pencetus yang sudah jelas pernah menimbulkan alergi sebelumnya.