Atlit Bulutangkis Ganda Campuran Indonesia Terbaik

JAKARTA — Pasangan ganda campuran Indonesia, Hafiz Faisal/Gloria Emanuelle Widjaja, akan menjalani debut mereka di Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis di Nanjing, Cina, pada 30 Juli sampai 6 Agustus mendatang. Mereka akan menghadapi pasangan Pranaav Jerry Chopra/Indreddy N. Sikki dari India pada hari ini. Sebelumnya, Hafiz/ Gloria mendapat bye pada babak pertama, sehingga langsung tampil di babak kedua pada hari ini. Kini, pasangan unggulan ke-12 itu menjadi salah satu andalan dan calon penerus Tontowi Ahmad/ Liliyana Natsir untuk mengibarkan kejayaan bulu tangkis Indonesia di nomor ganda campuran. “Beban sih ada sedikit. Apalagi banyak orang yang menilai dan berbicara kalau saya itu untuk gantiin Owi/ Butet. Cuma menurutku dijalankan dulu saja,” ujar Gloria saat ditemui menjelang keberangkatannya ke Nanjing, di Pemusatan Latihan Nasional Bulu Tangkis Cipayung, Jakarta Timur, Kamis lalu. Hafiz/Gloria tampil cemerlang di sejumlah turnamen superseries terakhir.

Di Indonesia Open 2018, mereka menembus semifinal dan di Thailand Open 2018 mereka berhasil keluar sebagai juara. Prestasi tersebut membuat mereka menembus peringkat ketujuh dunia saat ini. Meski masih tertinggal cukup jauh dari raihan poin Tontowi/Liliyana yang berada di peringkat satu dunia, Hafiz/Gloria diyakini mampu terus berkembang. Apalagi usia keduanya masih terhitung muda, yakni 23 dan 24 tahun. Mereka pun telah diproyeksikan sebagai ganda campuran di Olimpiade Tokyo 2020. Di Kejuaraan Dunia 2018 ini, Hafiz/Gloria menjadi tumpuan di nomor ganda campuran karena Tontowi/Liliyana absen untuk berfokus menghadapi Asian Games yang tinggal dua pekan lagi. Pasangan itu pun berharap dapat keluar dari bayang-bayang Tontowi/ Liliyana di kejuaraan ini. “Kalau kami hanya berpikir soal Owi/Butet terus, yang ada bebannya numpuk lagi, numpuk lagi. Jadi, nikmati permainan saja,” kata Gloria. Hafiz/Gloria pernah menyingkirkan Owi/Butet di All England 2018. Namun kekalahan ini dibalas Owi/ Butet pada babak semifinal Indonesia Open 2018. Terlepas dari persaingan di lapangan, Gloria mengatakan Owi/Butet justru kerap memberi dukungan kepada mereka. “Mereka minta kami membuktikan diri. Soalnya aku juga baru Hafiz/Gloria Menepis Tekanan Pasangan ini diharapkan menjadi penerus Tontowi/Liliyana. GANDA PUTRA Wahyu Nayaka Arya Pangkaryanira/Ade Yusuf Santoso (Indonesia) vs Kittinupong Kedren Dechapol Puavaranukroh (Thailand) 21-15, 17-21, 21-15 TUNGGAL PUTRI Fitriani (Indonesia) vsLinda Zetchiri (Bulgaria) 21-10 19-21 21-13 Gregoria Mariska Tunjung (Indonesia) vs Kirsty Gilmour (Skotlandia) 21-18, 18-21, 21-14 GANDA CAMPURAN Thom Gicquel/Delphine Delrue (Prancis) vs Yantoni Edy Saputra/Marsheilla Gischa Islami (Indonesia) 21-13 21-14 Ronald Alexander/Annisa Saufika (Indonesia) vs Bastian Kersaudy/Lea Palermo (Prancis) 21-19, 11-21, 21-16 pecah telur kemarin di Thailand Open.” Hal senada diungkapkan Hafiz.

Pemain asal klub PB Jaya Raya itu berharap dapat memaksimalkan Kejuaraan Dunia 2018 ini. “Saya baru pertama kali ikut. Saya punya motivasi sendiri, harus bisa meneruskan perjuangan Owi/ Butet. Kami maksimalkan latihan dan yakin dengan apa yang kami persiapkan,” kata Hafiz. Hafiz/Gloria menjadi salah satu dari empat wakil Indonesia di ganda campuran yang akan bertanding di Kejuaraan Dunia 2018. Indonesia juga meloloskan pasangan Praveen Jordan/ Melati Daeva Oktavianti, Ronald Alexander/Anisa Saufika, dan Yantoni Edy Saputra/Marsheilla Gischa Islami