7 Tips Memilih Sepatu untuk Bayi

7 Tips Memilih Sepatu untuk Bayi

Sebelum sampai pada pembahasan itu, mungkin Anda akan bertanya sebenarnya kapan bayi membutuhkan sepatu? Jawabnya, saat bayi memasuki usia 9 bulan. Setelah bayi mulai berdiri, keterampilan itu akan diikuti dengan keterampilan merambat lalu keterampilan berjalan. Fungsi utama sepatu bagi bayi adalah untuk menopang kakinya supaya lebih kokoh saat mulai berpijak di lantai. Karena itu, saat memilih sepatu, jangan hanya sekadar mengutamakan mode, tapi perhatikan juga beberapa hal ini.

1. Bagian sol. Pilihlah sol yang tipis dan fleksibel. Sol sepatu yang kaku dapat meningkatkan risiko bayi tersandung. Umumnya sol dari karet lebih tebal dan kaku dibanding sol kulit. Sedangkan sol kulit lebih rata dan cenderung lebih stabil.

2. Bagian belakang sepatu. Upayakan bagian belakang sepatu itu kokoh. Tekanlah bagian belakang sepatu dengan ibu jari dan telunjuk. Bagian belakang sepatu yang lembut, akan semakin longgar saat dipakai sehingga sepatu akan mudah lepas. Sisi belakang sepatu sebaiknya juga menutupi tumit, baik pada sisi dalam maupun sisi luar sepatu.

3. Bagian tumit. Bahan untuk bagian tumit sepatu bayi idealnya agak lebih tebal, biasanya berupa lapisan tambahan. Lapisan ini berfungsi melindungi bagian tumit dan untuk penyangga.

4. Bagian atas dan samping. Bagian leher sepatu (bagian atas yang ada tali sepatunya) dan bagian sisi sepatu harus bisa menekuk dengan mudah saat bayi melangkah. Kulit sepatu di sekitar leher sepatu juga sebaiknya tidak ketat (ditandai dapat dicubit dengan baik). Bentuk punggung kaki bayi umumnya masih tinggi, sepatu yang terlalu ketat pada bagian atasnya dapat membuat bayi sulit bergerak dan kesakitan

5. Bagian lateral (samping kirikanan) sepatu. Bagian ini hendaknya terbuat dari bahan lebih tebal sehingga mampu menjadi penyangga tubuh agar tetap seimbang.

6. Bahan. Pilih yang dari bahan alami, seperti kulit atau kanvas sehingga bisa memberi aliran udara ke kaki bayi yang berkeringat.

7. Ukuran. Bayi dalam masa pertumbuhan sehingga cepat terjadi perubahan ukuran sepatu. Lakukan pemeriksaan secara berkala. Bila jari kakinya tampak menekuk saat mengenakan sepatu. Atau ada tanda melepuh atau tanda merah seperti terbakar (kulit pecah) di telapak kaki, itu tanda-tanda sepatunya sudah kekecilan. Sepatu akan terasa nyaman bila masih ada jarak sekitar 1 1/2 cm antara jari kaki dan bagian depan sepatu.

Yang juga penting, jangan memakaikan sepatu bekas kakak kepada adiknya. Sepatu bekas telah memiliki tapak kaki kakak yang berbeda dari tapak kaki adik. Tapak kaki yang tidak sesuai dapat mengganggu cara berjalan si adik. Selamat memilih sepatu untuk si kecil