PEMBURU HARTA KARUN MIKROBIOLOGI LAUT

Kota-Bunga.net Dunia riset kelautan, menurut Yosmina, dapat membawa perubahan besar untuk kehidupan banyak orang. ”Ini pekerjaan yang menyenangkan,” katanya Jumat dua pekan lalu. Yosmina adalah salah satu peneliti oseanografi di Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia. Dia merupakan satu dari tujuh peneliti perempuan yang bekerja di Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI Ambon, Maluku. Total ada 25 peneliti dengan berbagai latar belakang bidang ilmu di lembaga riset kelautan tersebut. Namun hanya Yosmina yang khusus meneliti mikrobiologi laut. Dari ruang kerja kecil—berisi satu unit komputer, papan tulis, dan rak buku— yang bersebelahan dengan laboratorium, Yosmina menyusun materi riset mikrobiologi laut dalam. Di luar ruang kerjanya, dia aktif berburu dan mengumpulkan sampel bakteri di sekitar Teluk Ambon dan perairan Maluku. Kegigihannya mencari dan meneliti jasad renik itu berbuah manis. Yosmina berhasil mengidentifikasi bakteri-bakteri penghasil senyawa eksopolisakarida di laut dalam Maluku. ”Senyawa ini punya banyak keunggulan untuk dimanfaatkan di berbagai bidang riset,” kata Yosmina, yang juga pernah terlibat dalam riset mikroba di Massachusetts, Amerika Serikat, dan Songkla, Thailand. Bakteri laut memproduksi senyawa eksopolisakarida sebagai bagian dari strategi untuk bertahan hidup dalam lingkungan dengan kondisi ekstrem.

Bakteri semacam ini bisa ditemukan di tempat-tempat khusus seperti di sekitar lubang hidrotermal laut dalam yang panas. Mikroorganisme yang hidup di lingkungan laut dingin dan rendah nutrisi, seperti perairan es Arktik dan Antartika, menghasilkan senyawa serupa. Senyawa eksopolisakarida memiliki komposisi yang luas. Polimer karbohidrat yang mengandung residu gula itu dapat digunakan dalam beragam aplikasi industri farmasi dan makanan. Senyawa ini juga dapat digunakan untuk pembuatan plastik ramah lingkungan, rehabilitasi kawasan yang tercemar logam berat, dan penyembuhan tulang. Berkat hasil riset ini, pada 2011 Yosmina meraih penghargaan L’Oreal-UNESCO Indonesia National Fellowship for Women in Science. Minat Yosmina menjadi peneliti semakin besar ketika dia menempuh kuliah jurusan ilmu kelautan di Universitas Pattimura. Pilihannya unik karena dia bukan berasal dari keluarga yang memiliki latar belakang penelitian, apalagi ilmuwan sains kelautan. Ayahnya adalah pengajar sejarah gereja di Universitas Kristen Maluku. Tiga saudara perempuannya pun tak ada yang menekuni profesi sebagai peneliti. Dukungan keluarga membuat Yosmina mantap menjadi peneliti. Apalagi orang tuanya tak pernah memaksanya bersekolah dan belajar bidang tertentu. ”Prinsip hidup keluarga kami adalah mendorong semua anak bersekolah, dengan sekolah yang tinggi bisa mendapatkan penghidupan layak,” kata Yosmina. Selesai menamatkan kuliah di Universitas Pattimura, Yosmina melanjutkan pendidikan tinggi di Marseille, Prancis. Pada 2010, dia pulang membawa gelar doktor bidang oseanografi.

Bagi Augy Syahailatua, Kepala Pusat Penelitian Laut Dalam LIPI Ambon, Yosmina adalah peneliti yang serius dan tekun. Meski dukungan dana dan fasilitas terbatas, Yosmina yang dikenalnya itu tak pernah menyerah mengerjakan riset. Yosmina bahkan mampu beradaptasi dengan cepat pada lingkungan kerja baru. ”Dia sangat agresif mencari sumber dana riset di luar,” kata Augy. Menurut Augy, Yosmina tetap saja mengejar dan menambah ilmu di tempat lain meski dia sudah dikenal sangat ahli di bidang mikrobiologi kelautan. ”Dia juga luwes dan kalau berbicara itu sangat ilmiah,” kata Augy. ”Dia benar-benar mendedikasikan diri untuk kajian mikrobiologi.” Sebagian besar riset Yosmina adalah mengisolasi atau mengambil bakteri laut dari lingkungan asalnya. Dia juga mengidentifikasi bakteri penghasil senyawa eksopolisakarida unggulan di perairan Maluku. Risetnya menambah data tentang mikroba laut dalam di Indonesia. Menurut dia, riset eksplorasi sumber bakteri penghasil eksopolisakarida di Indonesia belum optimal.

”Banyak mikroba yang menguntungkan manusia dan dapat dipakai dalam industri bioteknologi,” katanya. Potensi riset laut dalam di perairan Maluku sangat besar. Wilayah itu mengandung banyak bakteri penghasil eksopolisakarida. Yosmina kini tengah mendalami riset isolasi bakteri yang diambil dari perairan Arafuru. Dia sudah mengambil tiga sampel sedimen di tiga lokasi dengan kedalaman hingga 1.400 meter. Hasil riset menunjukkan ada sepuluh jenis bakteri yang mampu hidup di lingkungan ekstrem tersebut, yang memiliki tekanan hingga 146 atmosfer. Yosmina mengidentifikasi bakteri-bakteri itu dengan mencocokkannya komponen gen mikroba pada pangkalan data genetika internasional. Dia mengidentifikasi bakteri Paracoccus zeaxanthinifaciens, yang mampu menghasilkan pigmen zeaxabthin. Senyawa ini biasanya dipakai untuk industri pakan ternak. Ada juga bakteri Bacillius monjavensis, yang diketahui mampu memproduksi senyawa aktif untuk menghambat pertumbuhan sel kanker darah putih atau leukemia. ”Ini masih dalam tahap eksplorasi, saya masih perlu konfirmasi dan penelitian lanjutan,” ujarnya. Dalam mengembangkan penelitian mikroba laut dalam, Yosmina mengakui banyak peneliti mengalami kendala persoalan ketersediaan alat laboratorium. Laboratorium mikrobiologi di LIPI Ambon harus menunggu lima tahun untuk mendapatkan semua peralatannya.

Mengenai dunia riset yang masih didominasi para peneliti pria, Yosmina tak ambil pusing. ”Saya percaya banyak perempuan Indonesia yang mampu menjadi peneliti bidang sains,” kata peneliti berusia 38 tahun itu. Menurut Teguh Peristiwahady, pakar taksonomi ikan LIPI, Yosmina memiliki etos kerja yang luar biasa. Selain profesional, kata Teguh, wawasan Yosmina luas. ”Saya kagum. Dia peneliti perempuan yang luar biasa,” kata Teguh, yang pernah memimpin riset ikan purba coelacanth, yang ditemukan di perairan Sulawesi Utara dua tahun lalu. Namun Yosmina tak mau disebut ahli riset mikrobiologi kelautan. Baginya, aktivitas penelitian adalah kehidupan sehari-hari. Menempuh perjalanan sekitar 50 menit menuju kantor kecilnya dia lakoni saban hari. ”Kalau mau lebih cepat, harus menyeberangi Teluk Ambon,” ujarnya.

Ditulis pada Berita | Komentar Dinonaktifkan pada PEMBURU HARTA KARUN MIKROBIOLOGI LAUT

E N I Y A L I S T I A N I D E W I KOMITMEN PENUH DI DUNIA PENELITIAN

S EPULUH mengenyam pendidikan di Universitas Waseda, Jepang, tak membuat Eniya Listiani Dewi lupa pulang. Pada 2003, ia kembali ke Tanah Air. Banyak yang tahun menyayangkan keputusannya itu. Apalagi, jika menjadi peneliti di Jepang, ia bisa bergaji US$ 4.000 (sekitar Rp 42 juta kurs saat itu). Toh, angka itu tak menghentikan Eniya untuk berkiprah sebagai peneliti di Indonesia. Sekembali ke Jakarta, ia bekerja di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi. Gajinya Rp 2 juta per bulan. ”Saya ingin membuktikan bahwa pulang ke Indonesia enggakbakalan miskin,” kata Eniya, dua pekan lalu. Selama di Jepang, Eniya meraih berbagai penghargaan untuk penelitiannya yang berfokus pada sel bahan bakar (fuel cell) ramah lingkungan berupa sel elektronik, semacam aki atau baterai. Karyanya itu dianugerahi Mizuno Awards dan Koukenkai Awards dari Waseda University dan Polymer Society Japan. Temuan yang mencuatkan namanya adalah katalis baru untuk sel bahan bakar terbuat dari unsur vanadium. Katalis itu dinilai sebagai terobosan baru pada zincair fuel cell, generator penghasil listrik berbahan bakar logam dan oksigen.

Hasil risetnya ini dipublikasikan di delapan jurnal internasional. Sedangkan karya terbaru Eniya adalah ThamriON, membran polimer untuk sel bahan bakar yang lebih efisien dan murah. ThamriON terbuat dari plastik yang direaksikan dengan asam sulfat. Setelah itu, plastik dapat menghantarkan arus listrik. Atas temuannya tersebut, Eniya meraih Inovasi Paten dari Direktorat Jenderal Hak Kekayaan Intelektual pada 2010. Pada tahun yang sama, ia dianugerahi Habibie Award dan menjadi penerima penghargaan termuda sepanjang sejarah penyelenggaraan Habibie Award. Perempuan berdarah Jawa ini, yang genap 42 tahun pada 14 Juni nanti, kini menduduki posisi Deputi Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Agroindutsri dan Bioteknologi. Sepanjang sejarah BPPT, Eniya merupakan deputi termuda. Apa yang hendak dibuktikan Eniya pada akhirnya tercapai jua.

Ditulis pada Berita | Komentar Dinonaktifkan pada E N I Y A L I S T I A N I D E W I KOMITMEN PENUH DI DUNIA PENELITIAN

V A N N Y N A R I T A MIMPI DAULAT VAKSIN SANG PENELITI

S EBAGAI Narita, 42 tahun, tak hanya jago kandang. Tahun lalu, ia menjadi wakil Indonesia pertama dan satu-satunya yang terpilih masuk Global Young Scientist New ilmuwan, Vanny Champion dalam World Economic Forum di Tianjin, Cina. Bersama 40 ilmuwan muda dunia lainnya, ia memberikan masukan kepada para pebisnis dan pemimpin dunia tentang inovasi. ”Saya ingat betapa terinspirasinya saat berada di sana,” katanya Kamis dua pekan lalu. Perempuan kelahiran Bogor ini menyandang gelar doktor bidang biologi molekuler dari University of Tennessee, Knoxville, Amerika Serikat, sejak berusia 28 tahun.

Kini dia peneliti Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi serta menjadi anggota konsorsium pengembangan vaksin hepatitis B, yang melibatkan lembaga tempatnya bernaung, PT Bio Farma, Institut Teknologi Bandung, dan Lembaga Biologi Molekuler Eijkman. Konsorsium yang bekerja sejak 2011 itu sudah mulai membuat prototipe vaksin hepatitis B generasi kedua, berdasarkan antigen small HBsAg. Vanny terlibat di konsorsium karena penasaran melihat Indonesia belum memiliki daulat vaksin dan masih terus saja menjadi pengimpor. ”Indonesia tak boleh terus-menerus menjadi pasar,” ujar dosen Universitas Al Azhar Indonesia ini. Dalam konsorsium itu, ia merupakan salah satu pemegang hak paten sub-unit bahan penyusun vaksin hepatitis B. Selain meneliti, Vanny aktif berkampanye tentang pentingnya menjaga keanekaragaman hayati lewat program fellowship dari ASEAN-US Science and Technology. Ia juga menjadi anggota staf ahli Komite Inovasi National pada 2010-2014. Di mata anak didiknya, Vanny dianggap figur yang mampu merangsang pemikiran kreatif. Isnaeni, mantan mahasiswa Universitas Al Azhar, juga melihat Vanny sebagai teladan yang tetap bersemangat meneliti dan mengajar saat menderita sakit yang cukup lama. ”Daya juang beliau tinggi sekali,” katanya.

Ditulis pada Berita | Komentar Dinonaktifkan pada V A N N Y N A R I T A MIMPI DAULAT VAKSIN SANG PENELITI

F E N N Y M A R T H AD W I V A N Y BERKAT SEBUAH PISANG

http://109.199.119.180/ B ANANA Fenny Martha Dwivany, pengajar di Sekolah Ilmu dan Teknologi Hayati Institut Teknologi Ban dikenal oleh para kolega dan muridnya. Dia begitu intens Lady. Demikian dung, ”menguliti” buah itu selama 12 tahun terakhir. ”Tidak bisa berhenti karena makin penasaran, saya berfokus saja di pisang,” kata Fenny, Kamis pekan lalu. Semua berawal saat dia melihat pisang yang dijajakan ke rumahnya tak secantik di supermarket. Kulitnya menghitam seperti busuk. Fenny menduga buah-buah itu matang terlalu cepat. Dia ingin membantu para penjual keliling agar pisang-pisang mereka tetap segar setelah menempuh rantai distribusi dan perjalanan panjang dari kebun petani. Pada tanaman, ada gen yang berperan memproduksi etilen—satu-satunya hormon berupa gas—yang mempengaruhi kematangan buah. Gas etilen menguar dari kulit pisang yang terluka atau bonyok. Kerusakan pada satu pisang bisa menular ke pisang-pisang lain. Fenny pun mempelajari gen pisang ambon lumut yang mempengaruhi proses pematangan buah.

”Itu riset pertama saya soal pisang,” ujar Fenny, yang meraih gelar doktor bidang biologi molekuler di University of Melbourne, Australia. Berkat risetnya, peneliti kelahiran Bandung ini meraih International L’Oreal-UNESCO For Women in Science Award pada 2007. ”Dia tidak mudah menyerah,” kata koleganya, Husna Nugraha Praja, doktor bidang agrobiodiversitas lulusan Scuola Superiore Sant’Anna, Italia. Fenny dan timnya telah membuat wadah berbahan bambu berteknologi nano agar buah awet. Mereka juga terlibat dalam riset pengiriman buah ke luar angkasa sejak 2007. Berkat karyanya, Fenny memperoleh Institut Teknologi Bandung Innovation Award tahun lalu. Januari lalu, dia diganjar penghargaan dari The Southeast Asian Regional Center for Graduate Study and Research in Agriculture. Namun Fenny menolak disebut sebagai pakar pisang. ”Saya masih harus belajar karena teknologi dan pengetahuan berkembang pesat,” ujarnya

Ditulis pada Berita | Komentar Dinonaktifkan pada F E N N Y M A R T H AD W I V A N Y BERKAT SEBUAH PISANG

Bola Sagu Ayam Rica Untuk 13 buah

Bahan biang: 150 ml air dan 50 gram tepung sagu

Bahan: 150 gram tepung sagu 1 batang daun bawang, diiris halus 2 siung bawang putih haluskan 1/2 sendok teh kaldu ayam bubuk 1/4 sendok teh merica bubuk 3/4 sendok teh garam minyak untuk menggoreng

Bahan isi: 150 gram ayam giling 2 lembar daun jeruk, dibuang tulangnya 1/2 sendok teh garam 1/2 sendok teh gula pasir 100 ml air 1 batang daun bawang, diiris halus Minyak untuk menumis

Bumbu tumbuk kasar: 3 butir bawang merah 2 siung bawang putih 3 buah cabai merah keriting 5 buah cabai cabai rawit merah

Cara membuat: 1. Isi, panaskan minyak. Tumis bumbu kasar dan daun jeruk hingga harum. Masukkan gula pasir, garam, dan daun bawang. Aduk hingga meresap. Angkat, sisihkan. 2. Biang, rebus air sampai mendidih. Tuang ke dalam tepung sagu sambil diaduk sampai bergumpal. 3. Masukkan daun bawang, bawang putih, garam, merica bubuk, dan kaldu ayam bubuk. Aduk rata. 4. Tambahkan tepung sagu sedikit-sedikit sambil diaduk sampai kalis. 5. Ambil sedikit adonan.Beri isi. Bulatkan. 6. Goreng dalam minyak yang sudah dipanaskan sampai matang.

Ditulis pada Resep | Komentar Dinonaktifkan pada Bola Sagu Ayam Rica Untuk 13 buah

Pesain Xiaomi Redmi Note Meizu Blue Charm Note

Teknorus.com – Kini Meizu hadir dengan seri baru yakni Meizu Blue Charm Note yang siap melawan Xiaomi Redmi Note di pangsa pasar internasional dengan harga terjangkau. Layar yang dimiliki Meizu Blue Charm Note sebesar 5.5 inch, dengan resolusi 1920 x 1080 pixels. Meizu Blue Charm Note dibekali dengan prosesor octa-core Cortex-A53 64 bit, dengan kecepatan 2.0 GHz. Chipset yang digunakan buatan MediaTek seri MT6752 dengan paduan RAM berkapasitas 2 GB, sayang GPU dari gadget ini belum diketahui.

Baca juga : Gudang Movie

Penyimpanan internal gadget ini sebesar 16 GB, penyimpanan eksternal mendukung 32 GB. Kamera utama yang terdapat di Meizu Blue Charm Note beresolusi 13 MP dan kamera depannya beresolusi 2 MP. Baterai gadget ini berkapasitas 3050 mAh. Jaringan yang dikenakan pada Meizu Blue Charm Note yakni jaringan LTE ditambah dengan dual SIM card. Dari semua spesifkasi yang ada, terbukti Meizu Biru Charm Note dihadirkan untuk menyaingi Xiaomi Redmi Note di pasaran. Meizu Blue Charm Note dibandrol dengan harga Rp1,9 juta.

Tizen Pertama Samsiung Z1

Beberapa kali tertunda, smartphone besutan Samsung berbasis sistem operasi Tizen pertama. Berlabel Samsung Z1, ponsel ini dikabarkan akan meluncur pada awal tahun 2015 di India. Samsung Z1 masuk dalam kategori smartphone entry-level, yang dimaksudkan untuk melawan smartphone lain yang berkembang di pasaran negara berkembang. Smartphone ini akan dibanderol tak lebih dari 90 dolar atau sekitar Rp1,1 juta.

Layar yang terdapat pada Samsung Z1 mencakup WVGA 4 inch dengan resolusi 800 x 480 pixels. Smartphone ini didukung oleh prosesor 1.2 GHz dual-core Spredtrum, GPU ARM Mali-400, RAM 512 MB, dual-SIM card, serta koneksi 3G, Wi-Fi, Bluetooth v4.0, dan port microUSB v2.0. Samsung Z1 mempunyai dua kamera, kamera utama beresolusi 3.2 pixels dan kamera depan beresolusi VGA. Selain India, Samsung Z1 berniat merilis smartphone Tizen ini ke Korea Selatan dan Tiongkok pada Februari atau pertengahan tahun 2015.

Ditulis pada Tekno | Komentar Dinonaktifkan pada Pesain Xiaomi Redmi Note Meizu Blue Charm Note

Keripik Rujak Pedas untuk 512 gram

Bahan: 225 gram tepung terigu protein sedang 50 gram tepung maizena 75 gram mangga kweni, diblender halus 25 gram gula tepung 1 butir telur 1/2 sendok teh baking powder 1/4 sendok teh garam minyak untuk menggoreng Bahan bumbu: 100 gram gula merah, disisir halus 25 gram gula pasir 1/4 sendok teh garam 2 sendok makan air asam 4 sendok makan minyak untuk menumis

Bumbu Halus: 4 buah cabai merah keriting 10 buah cabai rawit merah 1/2 sendok teh terasi, digoreng

Cara membuat: 1. Campur tepung terigu, mangga, baking powder, maizena garam, , telur, dan gula tepung. Aduk sampai bergumpal 2. Giling adonan di gilingan mi. Mulailah dari ukuran paling tebal (paling tebal no.1) Giling dua-tiga kali sampai licin. Kecilkan ukuran gilingan satu nomor. Giling kembali 2-3 kali. Kecilkan lagi untuk ukuran gilingan, dan begitu seterusnya sampai ketebalan gilingan sampai nomor ke 6. Cetak bentuk bunga. 3. Goreng di dalam minyak yang sudah dipanaskan di atas api sedang sampai matang dan kering. 4. Bumbu, tumis bumbu halus sampai harum. 5. Tambahkan garam, gula merah, gula pasir, dan air asam jawa. Aduk sampai kental. 6. Masukkan keripik. Aduk sampai terbalut bumbu.

Ditulis pada Resep | Komentar Dinonaktifkan pada Keripik Rujak Pedas untuk 512 gram

Dodol untuk Camilan di Menu Catering Nasi Box Jakarta

Dodol untuk Camilan di Menu Catering Nasi Box Jakarta – Makin sedikit orang yang berminat berjualan dodol karena pembuatannya yang lama dan makan waktu. Sebetulnya ada mesin pembuatan dodol yang bisa membuat proses pengolahan dodol jadi lebih praktis. Mesin pemasak dan pencetak dodol ini cukup canggih. Dalam satu kali olah mampu memproduksi hingga 50 liter adonan dodol. Kecepatan proses produksi tergantung pada suhu yang digunakan. “Semakin panas, dodol semakin cepat matang.

Suhu panas pun tidak akan mempengaruhi rasa ” tutur Subhan, staff marketing Aneka Mesin, toko yang memproduksi mesin ini. Karena mesin dijalankan dengan tenaga listrik, tentu tidak dibutuhkan tenaga kerja dalam proses pengadukan. Hanya butuh satu tenaga untuk mengoperasikan mesin dan tentu daya listrik sebesar 1.500 watt. Mesin terdiri atas kontrol suhu, tabung pemasak, pengaduk, dan kompor pemanas. Cara mengoperasikan mesin ini cukup mudah.

Langkah awalnya adalah menuang adonan dodol ke dalam tabung pemasak. Selanjutnya tentu kita harus mengontrol suhu yang digunakan pengaduk akan berputar sesuai dengan suhu yang digunakan. Setelah dodol matang, matikan pengatur suhu kemudian keluarkan dodol. Cara mengeluarkan dodol cukup mudah, cukup dengan memutar pengait yang ada di dekat tabung pemasak. Tahap akhirnya dodol dicetak. “Semua bagian mesin terbuat dari bahan stainless sehingga tahan lama dan aman untuk mengolah makanan, “ jelas Subhan.

Untuk mempermudah proses pencetakan, toko ini juga menyediakan mesin pencetak dodol. Cukup menuang adonan dodol ke dalam loyang berbentuk persegi panjang yang sudah dilapisi dengan plastik. Satu loyang berukuran 30 x 40 sentimeter, bisa menampung 5 liter adonan “ Tingkat ketebalannya bisa diatur,” jelasnya. Setelah dipress, plastik dilepas lalu dodol dipotong. Untuk memotongnya ada pemotong berbentuk besi dengan panjang 60 sentimeter dan setiap 3 sentimeter ada pisau pemotong berbentuk bulat.

PENGOPERASIAN MESIN

Untuk membersikan mesin pemasak dodol ini cukup mudah. Gunakan saja kain basah, tanpa perlu melepas rangkaian mesin. Mesin pemasak dodol yang bisa digunakan 10 tahun ini ditawarkan dalam 2 ukuran, 25 liter dan 50 liter. Untuk mesin berukuran 25 liter ditawarkan dengan harga Rp 14.500.000, sedangkan untuk ukuran 50 liter dihargai Rp. 26 juta. Mesin pencetak dodol ditawarkan Rp. 5 juta per unitnya. “ Harga belum termasuk ongkos kirim,” tutur Subhan. Nah, alat ini pasti berguna bagi Anda yang kepingin membuka usaha pembuatan camilan tradisional ini.

Ditulis pada Bisnis | Komentar Dinonaktifkan pada Dodol untuk Camilan di Menu Catering Nasi Box Jakarta

Soto Dan Sate Pak Keri

Selain satenya yang empuk dan nikmat, di kedai ini Anda bisa memesan garang asem dan soto. Garang asemnya berisi potongan ayam kampung yang sudah dibungkus daun pisang bersama antara lain potongan tomat hijau dan cabai rawit merah. Cita rasanya sudah pasti asam dan pedas. Sebungkus garang asem ditawarkan dengan harga Rp 10 ribu. Tetapi untuk Anda yang lebih suka hidangan berkuah banyak, coba soto dagingnya. Kuahnya bening dan segar.

Isinya pun komplet. Selain potongan daging sapi, ada soun dan taoge yang masih renyah. Soto yang disajikan panas ini, bisa dicicipi kelezatannya dengan harga Rp 8 ribu. Menu lain yang bisa dinikmati adalah telur pindang, sate kambing. dan paru goreng. Rumah makan yang memiliki areal parkir luas ini beroperasi pukul 06.30- 20.30 dengan kapasitas tempat duduk 40 orang.

Ditulis pada Bisnis | Komentar Dinonaktifkan pada Soto Dan Sate Pak Keri

Huawei Ascend Mate7

Teknorus.com – Layarnya mendekati ukuran tablet, dan dibekali prosesor Octa Core. Membuatnya terlihat sangat bersaing di pasar. Spesifkasi : Prosesor Huawei Octa Core 1.8 Ghz, GPU Mali-T628 MP4; RAM 2GB; memori internal 16GB, slot microSD 128GB; Jaringan 2G Quadband, 3G Quad Band, 4G multi Band (850/1700/1900/2100/2600 Mhz), internet HSPA 42Mbps, LTE Cat6 300Mbps; layar TFT capacitive 6 inch 1080 x 1920 pixel, 367 ppi; OS Android v4.4 KitKat; kamera 13 MP, Exmor sensor, autofokus, LED Flash, kamera depan 5MP; bluetooth v4.0; microUSB v2.0, USB OTG; NFC; TV-Out; jack audio 3.5mm; WiFi; radio FM; Music Player; GPS/A-GPS; baterai Li-Ion 4100 mAh.

Baca juga : Gambar Keren

Huawei Ascend P7

Layar pas untuk sebuah smartphone lengkap yang tangguh. Kin erjanya juga bisa diandalkan. Spesifkasi : Prosesor Huawei Quad Core 1.8 Ghz, GPU Mali-T450; RAM 2GB; memori internal 16GB, slot microSD 32GB; Jaringan 2G Quadband, 3G Quad Band, 4G multi Band (800/900/1800/2100/2600 Mhz), internet HSPA 42Mbps, LTE Cat4 150Mbps; layar IPS capacitive 5 inch 1080 x 1920 pixel, 445 ppi; OS Android v4.4.2 KitKat; kamera 13 MP, autofokus, LED Flash, kamera depan 8MP; bluetooth v4.0; microUSB v2.0; jack audio 3.5mm; WiFi; radio FM; Music Player; GPS/A GPS; baterai Li-Ion 2500 mAh. p. 6.000.000

LG Nexus 5

Salah satu Android resmi Google ini menjadi pilihan para develop er untuk menguji aplikasi yang dikembangkan, karena OS-nya masih murni dan belum diotak-atik. Spesifkasi : Prosesor Qualcomm Quad-core 2.3 Ghz, GPU Adreno 330; RAM 2GB; memori inter nal 16GB, tanpa slot microSD; Jaringan 2G Quadband, 3G Quad Band, 4G multi Band (800/850/900/1800/2100/2600 Mhz), internet HSPA 42Mbps, LTE; layar TrueHD IPS capacitive 4.95 inch 1080 x 1920 pixel, 445 ppi, Gorilla Glass 3; OS Android v4.4 KitKat, bisa upgrade ke Lollipop; kam era 8 MP, autofokus, LED Flash, OIS, video Full HD, kamera depan 1.3MP; bluetooth v4.0; microUSB v2.0, USB OTG; NFC; jack audio 3.5mm, WiFi; Music Player; GPS/A-GPS; baterai Li-Po 2300 mAh. Rp. 4.500.000

Ditulis pada Uncategorized | Komentar Dinonaktifkan pada Huawei Ascend Mate7